Label

Showing posts with label Fiksi. Show all posts
Showing posts with label Fiksi. Show all posts

Kemarau Lalu

"Manusia hidup melukis kenangan" demikian kira-kira bunyi status jejaring sosial salah seorang sahabat. Seberapa banyak bulir air mata yang jatuh, seberapa jauh jejak kaki melangkah, tidak akan pernah sanggup menghapus lukisan kenangan. Rasanya kurang tepat jika ada istilah "Hidup begitu singkat untuk merangkai sebuah kenangan." Kita hanya butuh satu detik untuk mengingat dan membuat moment menjadi berharga dalam hidup kita.

BESTARI (Menyemai Cinta dari Negeri Seberang)



Suara sirine ambulance meraung-raung memecah hening siang itu ditengah rinai gerimis. Di ujung gang sudah tampak puluhan bahkan mungkin ratusan warga dengan isak tangis berkumpul menyambut jenazah seorang Tenaga Kerja Wanita yang meninggal di luar negeri di tempatnya bekerja.

KANAYA



Cerpen

Hari ini tepat dua tahun pernikahan Hilman dan Kanaya, tak ada perayaaan apalagi pesta mewah.  Sejak sore tadi Hilman hanya berbaring di tempat tidur, matanya tak lepas dari jam dinding yang menggantung tepat di tembok depan tempat tidurnya.

“Sudah selarut ini kenapa Kanaya belum juga pulang.” Begitu pikir Hilman dalam benaknya, hingga suara dering telepon genggam menyadarkannya.

“Mas aku baru keluar kantor malam ini aku pulang ke rumah ibu.” Sebuah pesan singkat dari Kanaya.

Ahmad Jufriady (Getar Tuhan Untuk Getar Cinta) part 3


Cerpen-Islami

"Yaa Rabb... bagaimana bisa ku tahan bulir-bulir air mata ini, Jika satu bagian terlemah diriku kini Kau uji dengan kesedihan." Jufriady merenung, betapa rapuh dirinya kini, tiada daya melawan getar Tuhan yang kini menghinggapi cerita hidupnya.

"Aku harus menemui Nabiela, aku harus menjelaskan semua padanya, agar tiada Syak Wasangka terjadi diantara kami. Menghindari masalah yang sedang ku hadapi, sama saja menghindari kehidupan yang harus ku jalani!" Jufriady kembali bergumam.
=====

Wahai Ukhty Dengarkan Ini..!!

Cerpen-Islami"Uhibbuki Fillah"

Terlalu naif jika kata itu begitu cepat terlontar dari bibirku yang banyak berucap dosa, tetapi ketahuilah itulah yang ada dalam qalbuku. Tak mampu terucap, hanya terpendam di hati dan mengambang di pikir. Tak ada keberanian untuk berkholwat lebih jauh, takut bila nanti ditampar malaikat Zabaniyyah. Hehehe....

Maaf jika selama ini aku terlalu sarkastis, cuma bisa melontarkan kritik yang membuatmu tak nyaman. Tapi ketahuilah, ketika kita mengagumi sesuatu maka kita akan selalu berusaha agar hal tersebut terlihat indah dan sempurna.


Ahmad Jufriady (Getar Tuhan Untuk Getar Cinta) part 2

Cerpen Islami Romantis


Assalamu'alaikum...

Bagaimana kabarmu hari ini wahai Ukhty yang hidupnya telah tertambat pada hidupku sejak bertahun-tahun yang lalu?!

Wahai Ukhty yang halus perasaannya, tak ada keberanian dalam diri ini untuk menyampaikan apa yang sudah lama terpendam dalam qalbu.

Diam yang ku tahan hanya bisa membuncah menjadi penggalan kalimat-kalimat putus ini. Takut, mungkin juga kebingungan melanda pikirku.

Ahmad Jufriady (Getar Tuhan Untuk Getar Cinta) part 1

Cerpen Islami Romantis

Pandangan matanya jauh menerawang menembus rintik-rintik hujan, ada rasa rindu bercampur rasa perih bergumpal-gumpal. Meskipun Jufriady adalah seorang lelaki dewasa yang terkadang enggan untuk mengalirkan bulir-bulir air matanya, namun Jufriady hanya sesosok makhuk yang memiliki Qalbu untuk merasakan bahagia ataupun sedih. Tiada ego lagi menahan air matanya yang kian menetes.

"asirbal qithoo, hal man yu’iiru janaahahu .  la’alli ila man qod hawaitu athiiruu" (Wahai segerombolan merpati,,,apakah diantara kalian ada yang berkenan meminjamkan sayapnya. sehingga aku bisa terbang menuju orang yang sangat ku cinta) - Sebait syair yang hanya terlintas dibenak Jufriady, tanpa mampu dia ucapkan.

"Aku harus sampaikan pada Ummi, aku mencintai Nabiela. Aku ingin Ummi membatalkan perjodohanku dengan Farrah" Gumam Juriady dalam hati.

Ipung dan Pelukan Terakhir

Ipung masih menatap handphone miliknya, ia masih tak mengerti maksud sms dari Irma, wanita yang sedang menjalani hubungan dengannya. "Sudah cukup sampai sini aja, kurangnya pengertian dan jarak yang jauh. Sulit untuk dipertahankan". Dalam benaknya Ipung berpikir, Bukankah selama hampir setahun ini tak pernah ada masalah berkaitan dengan pengertian dan jarak. Ipung dan Irma memang sedang menjalani long distance relationship. Mereka tinggal di kota yang berbeda.

Ikhlas

Tangisku pecah, memasuki kamar kosku. Seperti berada dalam pelukan ibuku. Kamar tempatku menumpahkan segala rasa. Kamar tempatku merancang mimpi dan merajut asa. Disini aku bisa menangis sepuasnya. Aku bisa melakukan apa pun yang aku mau, termasuk menangis dengan tangisan paling menyayat seumur hidupku, begitulah aku mengistilahkannya.

Yaa Rabb... Ajarkan aku tentang Dia

"LAA ILA HA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINADZ DZALIMIIN"- Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim (Al Anbiya 87). Dzikir ini melirih sendu di nafasku setiap kali teringat tentang bayangnya, dua tiga kali masih ku lafadzkan dengan jelas, selanjutnya tidak terdengar lagi melainkan hanya seruan dalam hati...

Puing-Puing Jembatan Rapuh

".... Yang aku lihat tingkat kesiapanmu belum cukup..."

Kata-kata itu terus terlintas dibenak Khairil, sepenggal kata sederhana, namun berpengaruh besar untuk hidupnya. Yaa, dengan kata-kata sederhana itu Aisyah memutuskan hubungan dengan Khairil lalu menikah dengan orang lain.

Episode Terakhir

Cinta, rindu, dan cemburu adalah amalan hati, manusia tiada menguasainya. Manusia hanya akan dihisab dari dosa-dosa yang terjadi atasnya." Kalimat ini yang masih membuatku tetap bertahan dan terus berikhtiar untuk hatiku. Dalam diam terus mencari, mencari sebuah harapan. Dalam sebuah tumpukan sampah sebuah cinta yang telah lama dibuang, yaaa... dalam tumpukan sampah. Selayaknya sampah dia menyebarkan aroma busuk ke sekitarnya, hanya menjadi racun dan bibit penyakit. Terkadang hal itu selalu membuatku malah semakin hanyut didalamnya.Waktu telah lama tergantikan, namun semuanya seolah tak mau pergi dari pikiran ini.